Identitas Dibajak, Hak Dicuri, Heru Siap Lapor Polisi Polemik Penyaluran Bansos BLTS di Desa Sukadarma

banner 468x60

SUKATANI, Realita.onlineSabtu, 22 Agustus 2026 – Dugaan penyalahgunaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial / BLTS Kesra dari Kementerian Sosial di Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, harus diproses hukum.

Permintaan itu muncul setelah terungkap adanya kejanggalan data penerima dan pencairan dana di Kantor Pos Cabang Sukatani periode Oktober–Desember 2025.

Kasus ini mencuat setelah Maryati, warga Kampung Gandu RT 001/RW 005 Desa Sukadarma, mengaku hanya menerima bantuan sebesar Rp900.000 sesuai undangan atas namanya sendiri.

“Saya terima uang Rp900 ribu pak, atas nama saya sendiri. Kalau ada nama dan data KTP serta foto saya di aplikasi punya Widie, saya tidak tahu. Dan uang atas nama Widie, saya tidak pernah terima,” ujar Maryati kepada wartawan, 

Kronologi Janggal: Dari Tertukar Data ke Dugaan Talangan dan Nama Ganda Penerima.

Baca Juga :  Syiar Islam Menggema di Sukatani, Camat Agus Dahlan Pertahankan Prestasi Juara Tingkat Kabupaten

Menurut Maryati, pada Kamis (20/08/2026) ia dipanggil pihak Desa Sukadarma. Awalnya ia dikira tertukar data dengan Widie. Ia bahkan diminta tanda tangan penyerahan uang Rp900.000 untuk Widie.

“Mau tanda tangan juga uangnya bukan dari saya. Itu uang dari petugas Kantor Pos sendiri yang ngasih pakai atas nama saya buat dikasih ke Widie,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Heru Budian Timor, kakak sepupu Widie. Ia menyebut uang untuk Widie berasal dari “dana talangan” petugas Kantor Pos Sukatani. Alasannya, petugas tidak tega menarik uang yang sudah terlanjur dicairkan ke Maryati.

“Iya, setelah klarifikasi kami tahu data pencairan atas nama Widie dicairkan ke Maryati. Ada bukti foto dan KTP milik Maryati di data PT Pos,” kata Heru.

Baca Juga :  Diduga Jadi Korban Manipulasi Data, Nama P3K Masuk Daftar Penerima BLTS Kesra di Desa Sukadarma

Namun kejanggalan makin besar. Saat dikonfirmasi ulang ke pihak PT Pos, data justru menunjukkan Maryati sah sebagai penerima BLTS periode yang sama, lengkap dengan nama, KTP, dan foto.

“Nah di sinilah yang membingungkan. Awalnya kita kira hanya tertukar. Tapi sekarang faktanya Maryati menerima sesuai haknya. Lalu uang untuk adik saya Widie siapa yang terima? Sampai sekarang belum terang,” tegas Heru.

Desakan Usut Tuntas dan Evaluasi Penyalur:

Heru menduga ada yang ditutupi, baik oleh oknum petugas PT Pos maupun aparatur Desa Sukadarma. Ia meminta semua pihak jujur dan bertanggung jawab.

“Kami hanya ingin semua jujur dan terbuka. Jangan sampai kejadian ini terulang ke warga lain. Ini menunjukkan tidak profesionalnya kinerja petugas Pos sebagai penyalur. Juga lemahnya pendampingan dari Kaur Kesra, PSM, RT dan RW yang tidak mengenali warganya sebagai penerima manfaat atau bukan,” ujarnya geram.

Baca Juga :  Ratusan Insan Pers Bekasi Raya Desak KDM Klarifikasi Terkait Statemen Tidak Ingin Kerjasama Media

Ia khawatir kasus serupa terjadi di program bansos lain, namun tidak pernah terekspos karena warga takut melapor.

“Sudah waktunya masyarakat berani bersuara saat terjadi kezaliman. Urusan hak masyarakat bawah jangan diselewengkan oknum untuk keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor PT Pos Sukatani dan Pemerintah Desa Sukadarma belum memberikan keterangan resmi terkait kemana uangnya Rp. 900.000 milik Widie Intan Wulandari.

Tim media telah berupaya mengonfirmasi, namun belum mendapat jawaban.

Catatan Redaksi: BLTS Kesra merupakan bantuan langsung tunai dari Kemensos RI yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Penyaluran wajib sesuai data DTKS dan prinsip akuntabel, tepat sasaran, dan tanpa potongan.

 

Penulis: Affandi 

Pos terkait