Pelindo Gelar Konsultasi Publik Bersama Pemangku Kepentingan Di Aula Kantor Camat Belawan

banner 468x60

BELAWAN | PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan melaksanakan konsultasi publik sebagai bagian dari proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) rencana pengembangan dan pengoperasian kawasan Pelabuhan Belawan, Kamis (13/8).
( Rabu, 18/08/2026 ).

Konsultasi publik yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Medan Belawan tersebut membahas rencana kegiatan pengerukan area kolam pelabuhan dan alur pelayaran serta penempatan material hasil pengerukan (dumping).

Kegiatan dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, KSOP Utama Belawan, Kecamatan Medan Belawan, kelurahan di wilayah Belawan, unsur kepolisian dan TNI, organisasi serta kelompok nelayan, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar.

Melalui konsultasi publik, Pelindo menyampaikan informasi mengenai rencana kegiatan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan saran, pendapat, serta tanggapan sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen AMDAL.

Baca Juga :  Nelayan Minta HNSI Bersuara Pada KKP Terkait Ijin Pukat Trol (JHIB) Yang Sengsarakan Nelayan Tradisional

Manager HSSE Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), M. Ismail Syahputra Ritonga, yang mewakili Pelindo dalam pelaksanaan konsultasi publik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh masukan secara langsung dari masyarakat yang berada di sekitar wilayah rencana kegiatan.

“”Kami ingin memastikan masyarakat mandapat informasi yang valid terhadap rencana kegiatan kepelabuhanan khusus nya di perairan, sekaligus memberikan ruang diskusi untuk merima masukan dari masyarakat. Sehingga kegiatan jasa kepelabuhanan dapat berjalan beringan dengan kepentingan masyarakat.,” ujar Ismail.

Baca Juga :  Fajar Salem Diduga Pemasok BBM Ilegal ke Gudang Bencuan, Disuplai dari Gudang Seruway

Dalam diskusi, sejumlah masukan disampaikan masyarakat, khususnya terkait aktivitas dan wilayah tangkap nelayan, lokasi penempatan material hasil pengerukan, potensi dampak terhadap lingkungan pesisir dan kegiatan perikanan, serta aspek keselamatan selama pelaksanaan pekerjaan. Masyarakat juga menyampaikan harapan agar pengerukan dapat mendukung kedalaman alur sehingga pelayanan kapal di Pelabuhan Belawan dapat berjalan semakin optimal.

Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan kegiatan tersebut.

“Konsultasi publik menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus mendengar secara langsung masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan AMDAL agar rencana kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di sekitar Pelabuhan Belawan,” tambah Yusrizal.

Baca Juga :  Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa Dir Kapuas Kecil Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Terindikasi KKN dan Rugikan Keuangan Negara

Rencana pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur perairan Pelabuhan Belawan dalam mendukung keselamatan dan kelancaran pelayanan kapal. Dalam proses perencanaannya, Pelindo terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan serta mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui pelaksanaan konsultasi publik tersebut, Pelindo Regional 1 Belawan berkomitmen mendorong pengembangan Pelabuhan Belawan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kepentingan masyarakat sekitar, serta kebutuhan pelayanan kepelabuhanan.
( Bambang Hermanto )

Pos terkait